Eva Junita rela tinggalkan Medan jadi guru di pedalaman Flores

Eva Junita rela tinggalkan Medan jadi guru di pedalaman Flores

Panggilan hati nurani mengabdi pendidikan di daerah terpencil dan perbatasan, mendorong Eva Junita Tobing rela meninggalkan tanah kelahirannya di Medan untuk mengabdikan diri ke Flores Timur, NTT.

“Saya dan mungkin juga teman-teman kami, ingin mengabdikan hidup agar terjadi pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia,” kata Eva saat pelepasan Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan Terluar dan Terluar di kantor Direktorat Dikti Senayan Jakarta, Selasa (18/8/2015), seperti dilansir tribunnews.com

Alumni Universitas Negeri Medan jurusan Biologi ini mengatakan hati nuraninya  yang mendorong dia  untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Kalau ditanya motivasi, bagaimana ya? Keinginan ini sudah sesuai hati nurani. Jadi siap menjalani apapun yang menjadi risikonya,” katanya.

Ia tidak memungkiri, jika kerasan di sekolah tersebut akan ada keinginan untuk kembali kesana sebagai seorang tenaga guru.

“Apalagi banyak testimoni yang menceritakan perjuangan di sana membuatnya makin bersemangat di sana,” katanya.

Kenangan juga disampaikan Oby Ofenu, peserta SM-3T angkatan 1 bertugas di SD Katolik YPPK Nokapaka Papua.

“Sampai kini saya tidak pernah bisa melupakan bayang-bayang mereka, anak-anak SD menangis berjam-jam memeluk saya di tanah lapang, saat saya berpamitan pulang sehabis masa pengabdian,” katanya.

Prof Ainun Naim PhD, Sekretaris Jenderal Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyatakan peserta ini akan ditempatkan di Aceh, NTT dan Papua.

Uniknya, Ainun menyebut peserta angkatan 2014 program SM-3T, 80 persen di antaranya memilih kembali ke asal penempatan.

“Angkatan SM-3T tahun 2014 ada mereka kembali ke wilayah penugasan. Mereka sangat berharap guru-guru tinggal. Mungkin diambil menantu di daerah,” katanya.

Tahun lalu, sebagian besar peserta bisa diangkat menjadi pegawai negeri sipil.

“Dari target 1.000, setelah proses seleksi 790-an,” katanya.

Berbeda dengan PNS di perkotaan, mereka mendapatkan gaji pokok, tunjangan profesi guru, tunjangan daerah terpencil, tunjangan khusus daerah.

“Tahun sekarang kita tengah mengupayakan untuk mendapatkan perumahaan sebagai tempat tinggal,” katanya.

sumber

 

Rudi
About Rudi 201 Articles
Karena kita tidak mungkin menjadi superman lebih baik kita jadi super team,tapi super team itu berat,kamu gak akan kuat.. biar aku saja

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*