Mgr Hilarius sakit, Uskup Tanjungkarang memimpin pembaharuan Imamat para pastor di Pangkalpinang

Mgr Hilarius sakit, Uskup Tanjungkarang memimpin pembaharuan Imamat para pastor di Pangkalpinang

Uskup Keuskupan Tanjungkarang, Lampung, Mgr Yohanes Harun Yuwono mengunjungi keuskupan Pangkalpinang, Kamis (21/4). Setibanya di wisma Keuskupan Pangkalpinang, ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (HAK KWI) ini, langsung membesuk dan mendoakan Uskup Pangkalpinang Mgr Hilarius Moa Nurak SVD yang beberapa saat kemudian diterbangkan ke Singapura.

Dan pada sore harinya, Mgr Yuwono, demikian disapa, berkenan memimpin Ekaristi pembaharuan janji Imamat bagi para imam yang berkarya di keuskupan Pangkalpinang, serta memberkati minyak Krisma, minyak untuk orang sakit, dan pemberkatan minyak katekumen, bertempat di Gereja Paroki St. Bernadeth Pangkalpinang.

Dalam pengantarnya, uskup yang pernah menjadi bagian kolegialitas imam-imam Pangkalpinang tersebut mengajak para imam, Bruder, Suster dan ratusan umat yang hadir untuk senantiasa bersyukur atas setiap situasi hidup yang dijalani.

“Di tengah keprihatinan terhadap kondisi kesehatan Bapa Uskup Hilarius saat ini, mari kita tetap bersyukur bahwa kita bisa bertemu dalam ekaristi kudus ini, untuk memberkati minyak suci sebagai tanda Kerahiman Allah,” ujarnya saat itu, seperti dilansir Berkatnews.com.

Selanjutnya dalam homili singkatnya, Uskup Yuwono mengungkapkan bahwa tugas imam adalah penghubung atau perantara alam dan manusia, dan antara manusia dengan Allah. Karena itu, menurut Uskup, di tengah dunia yang semakin modern saat ini, para imam hendaknya menjalankan tugas panggilannya dengan penuh semangat dan tanpa pamrih, serta tetap menjadi pribadi-pribadi yang rendah hati.

“Kita adalah imam. Semakin modern dunia, dunia makin membutuhkan Allah. Dan karena membutuhkan Allah, sambung dia, maka dunia membutuhkan imam. Kita dipanggil untuk menjadi pelayan umat Allah tanpa pamrih. Semoga kita menjadi hamba dari para hamba Allah,” papar Uskup yang pernah menjabat rektor dan dosen Islamologi di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik St. Petrus Pematangsiantar, Sumatra Utara tersebut.

Uskup Yuwono lalu menutup homilinya sembari mengutip pernyataan Paus Fransiskus bagi para imam. “Imam itu seperti pesawat terbang, yang tak hanya mengantar orang untuk sampai tujuan. Tak hanya naik dengan baik, namun juga harus mendarat dengan baik. Tetaplah setia, dan jangan jatuh,” katanya.

Prelatus itu mengajak umat yang hadir untuk senantiasa mencintai dan mendoakan para imam.

“Para imam adalah pembawa doa-doa kita kepada Allah. Mereka menjaga kita dari berbagai kekuatan jahat, yang merebut kita dari Kerahiman Allah. Karena itu, doakanlah imam-imammu,” tambahnya.

Sumber: Ucanews

Rudi
About Rudi 201 Articles
Karena kita tidak mungkin menjadi superman lebih baik kita jadi super team,tapi super team itu berat,kamu gak akan kuat.. biar aku saja

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*