Pagelaran seni dan seminar HIV/AIDS mengiringi prosesi Salib IYD 2016

Pagelaran seni dan seminar HIV/AIDS mengiringi prosesi Salib IYD 2016

Pada tanggal, (26/4) Salib Indonesian Youth Day (IYD) atau Hari Orang Muda Katolik se-Indonesia Keuskupan Manado akan diarak dari Paroki Santo Antonius Padua Tataaran ke Paroki Santa Rosa De Lima Tondano.

Minggu (24/4), diadakan Pagelaran Seni. Atraksi seni dan budaya ini mewujudkan tema IYD 2016 “Sukacita Injil di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk”.

Tampil membuka acara, Tim Maengket Sekolah Dasar (SD) Katolik Santa Marietha. Menyusul Tim Warakawuri yang membawakan Tarian Lilieya. Kelompok beranggotakan para janda yang sebagian besar sudah usia lanjut, namun memiliki semangat yang luar biasa.

Sebelum melanjutkan acara Pastor Christian Santie MSC selaku Pastor Paroki mengungkapkan kebanggaannya akan OMK yang menggagas dan sukses menghelat malam kesenian ini.

“Paroki memberikan kepercayaan pada OMK untuk mengorganisir acara ini sebagaimana amanat keuskupan bahwa kegiatan kegiatan sehubungan dengan IYD seluruhnya dipercayakan pada OMK, paroki sebatas mendukung. Capaian yang luar biasa ini murni usaha OMK,” jelas Santie dalam sambutannya, seperti dilansir Tribun Manado.

Panggung pentas seni menyatukan kepelbagaian suku, budaya dan bahasa. Tampil menghibur penonton, Kerukunan Mahasiswa Maluku Utara dengan Tarian Perang atau Tarian Panah.

Pentas seni ini juga dimeriahkan oleh kehadiran Saint Anthony Youth Choir, paduan suara kebanggan paroki yang tampil mempersembahkan lagu lagu andalan. Ada juga Komunitas Tritunggal Mahakudus yang membawakan Poco Poco juga gerak dan lagu rohani.

Ketua Panitia , Hanny Mangkey menuturkan bahwa pentas seni ini dimaksudkan untuk menyatukan seluruh umat, tak hanya OMK dalam kebersamaan.

“Pentas seni ini kiranya menjadi wadah ekspresi bagi semua umat paroki tataaran, baik itu OMK, wilayah-wilayah rohani, WKRI, KBK, Sekami dan Remaja bahkan mereka yang lanjut usia,” jelas Mangkey.

Di akhir pentas seni, seluruh OMK bergabung dengan umat menyanyikan lagu tema IYD 2016.

Sabtu (23/4), selesai adorasi dan doa doa di depan salib, Panitia Lokal IYD 2016 Paroki Tataaran mengadakan seminar terkait Bahaya HIV/AIDS dan Penyalahgunaan Narkoba. Seminar yang mengusung tema “OMK Injil yang Hidup”.

Dokter Alix Mulyani Budi membekali para peserta dengan pengetahuan dan kiat yang dapat ditempuh untuk mencegah HIV/AIDS serta penjelasan tentang narkoba.

“Pengetahuan seputar HIV/AIDS sangatlah penting. Penularannya dapat ditekan dengan adanya lingkungan yang mendukung,” ujar dokter dari Rumah Sakit TNI-AD  R.W. Monginsidi ini.

Tak hanya itu, AKBP Ronald Rumondor selaku Kapolres Minahasa menjabarkan materi seputar Narkoba dan Miras dari perspektif hukum.

“Kami kepolisian tak henti menghimbau dan mengajak bahkan melakukan tindakan pencegahan penyalahgunaan narkoba ini. Tindakan represif pun kami berikan sebagai konsekuensi hukum penyalahgunaan narkoba,” jelas Rumondor.

Kamis (21/4), salib ini disambut begitu istimewa. Saat tiba di stasi Santo Ignatius Perum Unima, salib disambut tarian adat beberapa daerah di Indonesia. Salib disambut dengan tarian Kabasaran, tarian khas Minahasa, disusul dengan tarian khas Maluku Tenggara dan tarian Papua.

Salib diserahkan oleh Pastor Paroki Sonder kepada kepala kepolisian resor (Kapolres) Minahasa Ronald Rumondor, selanjutnya diterima oleh ketua stasi untuk diarak masuk ke dalam gereja stasi. Prosesi salib berlanjut ke stasi Santo Yosep Tounsaru dengan iring iringan orang berkostum ala Romawi Kuno dan kudanya.

Di belakang mereka tampak 163 lilin yang melambangkan 163 hari menuju IYD, disusul oleh OMK, para mahasiswa Katolik serta umat wilayah rohani dan kelompok kategorial. Salib pun menuju Stasi Santo Yohanes Pembaptis Tataaran I.

Meski sempat diguyur hujan, euforia ratusan pasang mata yang menyaksikan datangnya salib tidak berkurang. Tarian Maengket, Kabasaran, Papua, Maluku Tenggara, Lilieya, Tepianola, dan berbagai atraksi lainnya ditampilkan oleh OMK.

Pastor Paroki Santo Antonius Padua Tataaran, RP Christian Santie MSC mengajak seluruh umat agar mendukung event akbar IYD2016.

Salib IYD 2016 diterima dan diserahkan oleh beberapa tokoh penting yakni Kapolres Minahasa, Camat Tondano Selatan, Lurah-Lurah se Kecamatan, beserta tokoh tokoh agama dan masyarakat.

AKBP Ronald Rumondor selaku Kapolres mengungkapkan perasaan haru saat salib saat menerima salib.

Sumber: ucanews

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*