Renungan harian senin 14 januari 2014

Renungan Harian 27 April
Renungan harian senin 14 januari 2014
O Pekan I
Pekan Biasa I (H)
St. Feliks dr Nola; B. Petrus Donders;
B. Odorico da Pordenone, ImBiarw.
Bacaan I : Ibr. 1:1-6
Mazmur : 97:1.2b.6.7c.9; R: lih. 7c
Bacaan Injil : Mrk. 1:14-20
Sesudah Yohanes Pembabtis ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: ”Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: ”Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.
Renungan
Allah kita adalah Allah yang berbicara. Dalam surat Ibrani dikatakan bahwa, ”pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam berbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya.” Pewartaan inilah yang hendak disampaikan dalam surat Ibrani supaya Yesus semakin dikenal lebih dalam lagi. Dengan demikian, umat Allah dikuatkan imannya agar tetap teguh dalam menjalani berbagai kesulitan hidup. Yesus adalah Allah yang turun ke dunia  untuk menyelamatkan manusia dengan jalan mengorbankan diri-Nya.
Yesus memanggil murid-murid-Nya saat berada di tepi danau Galilea, di mana mereka sedang menjalankan rutinitas mereka sebagai nelayan. Petrus dan Andreas dipanggil saat mereka sedang menebarkan jala di danau. Sementara Yakobus dan Yohanes dipanggil, saat mereka sedang membereskan jala di dalam perahu. Mereka didatangi Yesus saat mereka sedang bekeja melaksanakan tanggung jawabnya. Seperti mereka, kita semua pun dipanggil. Panggilan Tuhan itu kerap kita abaikan dengan berbagai argumen rasional, misalnya belum waktu, tidak layak, tidak mampu, dan lain-lain. Padahal  panggilan Tuhan hendak memperbarui dan menghantar kita pada suatu tindakan pertobatan. Sebab pertobatan menjadi hal yang sentral dalam pewartaan Yesus.
Ya Tuhan, buatlah aku semakin mendekatkan diri dan semakin mengenal Engkau, sehingga aku dapat menanggapi panggilan-Mu dengan penuh rasa syukur. Amin.
source : ziarah bathin
Rudi
About Rudi 201 Articles
Karena kita tidak mungkin menjadi superman lebih baik kita jadi super team,tapi super team itu berat,kamu gak akan kuat.. biar aku saja